26 Agustus 2009

Sejarah Perkembangan Gerakan Kendali Mutu di Dunia

Gebrakan kendali mutu sudah dimulai di Amerika dengan penggunaan metoda statistik di bidang produksi sejak tahun empat puluhan. Muncul tokoh-tokoh seperti Juran dan Deming yang memelopori penggunaan konsep statistik untuk mengelola kualitas hasil produksi. Karena kurang populer di Amerika, konsep ini dibawa ke Jepang pada April 1962 oleh Dr. Kauro Ishikawa pada inagurasi Japanese Union of Scientists Engineers (JUSE). Jepang yang telah berhasil menerapkan Total Quality Management ( TQM ), lalu mengekspor gerakan QCC keseluruh dunia sejak tahun tujuh puluhan.
Dengan bermodal jurus TQM, Jepang menggebrak dunia industri dan membalikkan paradigma orang bahwa mereka tidak lagi identik dengan produk murahan, berkualitas asal jadi, dan ketinggalan jaman. Hal ini terus berlanjut sehingga membuat industri Jepang menjadi paling yang terkemuka di dunia, khususnya dalam bidang otomotif dan elektronika.
Keberhasilan Jepang lantas ditiru oleh Amerika dan Eropa yang industrinya sangat terpukul karena kalah bersaing. Motorola, misalnya, mengirimkan eksekutifnya untuk melakukan benchmarking ke Jepang pada awal delapan puluhan dan kemudian mengembangkan Six Sigma yang dianggap sangat fenomenal. Sejak sembilan puluhan, berbagai perusahaan kelas dunia mulai menerapkan Six Sigma dengan mengalami keberhasilan yang luar biasa. Salah satunya adalah General Electric ( GE ). Pada tahun 1995 Jack Welch, CEO GE, menggencarkan Six Sigma yang lantas melambungkan nama Six Sigma. Beberapa analis Wall Street memperkirakan bahwa GE telah berhasil meraup keuntungan lebih dari lima miliar dolar dari inisiatif Six Sigma.
Beberapa inisiatif kualitas lain yang pernah muncul adalah Bussiness Process Reengineering ( BPR ) pada tahun 1990-an, ISO 9000 dan QS-9000 pada 1994. Terlepas dari kemunculan konsep atau sistem baru, Jepang dikenal sangat konsisten dalam menerapkan TQM. Mereka berhasil membuktikan bahwa TQM merupakan alat strategi yang membawa mereka memenangkan dan mempertahankan keunggulan dalam kancah persaingan bisnis global.
Lalu bagaimana dengan Indonesia, sudahkah Indonesia menerapkan konsep tersebut dan bagaimanakah tingkat keberhasilannya? Temukan jawabannya di edisi mendatang hanya di www.qc-corner.blogspot.com.